Kalender

July 2010
MTWTFSS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Daftar Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini5
mod_vvisit_counterKemarin47
mod_vvisit_counterMinggu Ini167
mod_vvisit_counterBulan Ini974
mod_vvisit_counterAll3143
News
LAPTOP GRATIS DAN POTONGAN BIAYA KULIAH PDF Print E-mail
Written by Admin2   
Tuesday, 06 July 2010 10:09

 Pada bulan Maret sampai dengan nanti September seluruh civitas akademika disibukkan dengan aktivitas penerimaan mahasiswa baru (PMB), tahun ini kampus STTIKOM INSAN UNGGUL memberikan fasilitas lebih kepada mahasiswa, khususnya terhadap mahasiswa baru berupa LAPTOP GRATIS dan POTONGAN BIAYA KULIAH.

Hal ini dianggap perlu karena sebagai penunjang dalam proses belajar dan pengajaran pada mahasiswa. Dengan adanya laptop tersebut mahasiswa diharapkan dapat mengeksplorasi pengetahuaannya baik ilmu yang didapat dari dosen ataupun diperoleh dari website-website yang memberikan e-book sebagai pengetahuan baru di bidang komputer.

Laptop ini akan memberikan kenyamanan dalam belajar, selain dapat belajar di manapun dan kapanpun, mahasiswa juga dapat menggunakan laptop ini dengan seutuhnya karena sudah memenuhi spesifikasi hardware untuk diaplikasikan ke dalam kurikulum yang nanti akan diajarkan oleh dosen.     

Fasilitas wireless sudah include di dalamnya, sehingga memudahkan mahasiswa untuk browsing di internet karena di kampus sudah HOT SPOT AREA.

Di bulan juli ini STTIKOM INSAN UNGGUL disamping memberikan Laptop Gratis juga Potongan biaya kuliah berupa bantuan pendidikan yang diberikan oleh yayasan sebagai bentuk sosial, kepedulian terhadap mahasiswa baru atau calon mahasiswa baru yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Sehingga biaya kuliah tidak memberatkan dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Bulan ini Biaya kuliah yang dibebankan kepada mahasiswa baru hanya Rp 3.760.000,- itu sudah LUNAS semester satu dan sudah termasuk biaya praktikum dan ujian bahkan akan diberikan juga asuransi kecelakaan. Untuk semester dua dan seterusnya mahasiswa akan dibebankan per-semesternya sebesar Rp 2.760.000,-

Pengenalan komputer diberikan sejak awal sebelum mahasiswa menempuh perkuliahan. Dengan adanya workshop-workshop yang bisa diikuti secara gratis atau materi pra kuliah, mahasiswa akan dikenalkan tentang dasar-dasar komputer. Terdapat banyak materi yang bisa diikuti oleh mahasiswa diantaranya : optimalisasi laptop, internet, web, blog, desain dan masih banyak lagi. Workshop ini diberikan secara bertahap tiap minggu setiap hari rabu.

Dengan semua faslitas yang diberikan diharapkan mahasiswa baru, sudah tidak canggung lagi bahkan gaptek terhadap perkembangan teknologi dan selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di insan unggul dengan mudah.

Last Updated on Tuesday, 06 July 2010 10:12
 
Pelantikan BEM PDF Print E-mail
Written by Admin2   
Wednesday, 14 April 2010 13:45

Pada hari Senin tanggal 5 April 2010 tepatnya pada pukul 13.00 telah dilangsungkan acara pelatikan pengurus BEM STTIKOM Insan Unggul masa bakti 2010/2011. Bertempat di Aula kampus di lantai III,  Acara berlangsung dengan sangat sederhana namun khidmat. Bertindak sebagai pembaca SK bernomor 006/SK/IV/2010 bagi pengurus BEM yaitu PUKET III bidang Kemahasiswaan dan yang melantik adalah ketua STTIKOM Insan Unggul Bapak Wahyuddin, S. Kom. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Yayasan Insan Unggul, Bapak Drs. Suhadi Muhalip, jajaran manajemen STTIKOM Insan Unggul serta perwakilan mahasiswa dari berbagai jurusan.

BEM STTIKOM Insan Unggul periode 2010/2011 diketuai oleh Saudara Bangkit Gusniar (TI06), wakil ketua Saudari Ade Ismi Nurul Ilmi Hidayah (SI07).

Sekretaris I Nurnafisah (MI04), Sekretaris II Bunayah (KA04), Bendahara I Danny Iskandar (MI04) dan bendahara II Adi Muchlisin (SI06).

Kepengurusan BEM STTIKOM Insan Unggul masa bakti 2010/2011 terdiri dari enam Departemen (Dept) yaitu Dept. Diklitbang, Dept. Minat dan Bakat, Dept. Usaha, Dept. External, Dept. Internal dan Dept. Umum.

Dalam sambutannya ketua STTIKOM Insan Unggul menyampaikan harapannya semoga BEM yang baru dilantik ini mampu mengangkat nama baik almamater melalui karya nyata dan semoga dapat bekerja dengan lebih baik daripada sebelumnya. Beliau juga mengingatkan para pengurus untuk tidak mengesampingkan prestasi akademik walaupun aktif berorganisasi.

Well, kepada para pengurus BEM yang baru kami ucapkan selamat bekerja.

Last Updated on Wednesday, 14 April 2010 13:48
 
Mendaki Ciremai PDF Print E-mail
Written by Admin2   
Wednesday, 14 April 2010 13:36

 Cilegon 10 Maret 2010 para anggota team peringatan HUT STTIKOM Insan Unggul Cilegon yang ke 7 tahun sibuk menyiapkan segala peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa pada saat pendakian menuju negeri atas awan. Negeri atas awan adalah sebutan bagi gunung yang memiliki ketinggian lebih dari 2500 Mdpl (Meter dari permukaan laut) otomatis pada ketinggian tersebut awan berada dibawahnya. Pendakian ini telah di rencanakan 1 bulan sebelumnya jadi segala macam persiapan dan  manajemen perjalan telah matang dan siap. Sehubungan gunung yang akan didaki ini mempunyai banyak sejarah dan cerita mistis, kami pun bertekad untuk mendaki dan memperingati HUT STTIKOM Insan Unggul yang ke 7 di Puncaknya di ketinggian 3078 Mdpl.

                Anggota team berjumlah 7 orang dan semuanya adalah anggota dari MAPALA STTIKOM Insan Unggul (M-SIU) diantaranya adalah Anes, Bayu, Dani, Edo, Hadi, Herman dan Norman. Mereka bertujuh berasal dari angkatan, kelas dan jurusan yang berbeda namun mempunyai satu tekad dan tujuan yang sama dalam Organisasi MAPALA. Perjalanan kali ini di ketuai oleh Norman ia menjabat sebagai penasehat di MAPALA SIU. 12 Maret 2010 tepat pukul 22.15 WIB sehabis pulang kuliah karena Hadi dan Norman kuliah malam semua berkumpul di basecamp MAPALA dan langsung mengadakan brifing untuk keberangkatan. Setelah brifing dan doa satu per satu anggota team keluar dari basecamp dengan membawa tas-tas besar (Carierl) yang melebihi tinggi kepala dari yang membawanya. Maklum perbekalan dan perlengkapan team yang kami bawa sangatlah banyak.

Keberangkatan pun dimulai. Para anggota team pun berjalan menuju tempat menunggu bis di Jon in depan masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon. Maklum kami akan naik bis malam  jurusan Cirebon. Setelah hampir 1 jam menunggu, bis jurusan Cirebon pun datang dan kami pun naik bis yang pada waktu itu menunjukkan pukul 23.20 Wib. Perhitungan kami jika kita berangkat sekarang nanti pagi kita sudah sampai di Cirebon. Pada saat di bis banyak para penumpang lain yang bertanya kepada kami ingin naik gunung ya? Dan kami pun menjawab “iya kami akan naik gunung Ciremai”. Kebanyakan dari penumpang yang bertanya dan ngobrol bersama kami sudah tahu gunung Ciremai walaupun mereka belum naik gunung tersebut karena gunung Ciremai dapat terlihat dari jalan Pantura. Kota demi kota terlewati, Serang – Tangerang – Jakarta – Bekasi – Karawang – Cikampek dan pada pukul 07.15 Wib kami pun tiba di terminal Cirebon.

Dari bis kami beristirahat sejenak. Tak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki bis ¾ (Elp) menuju ke kota Kuningan. Tapi bukan kota Kuningan yang kami tuju karena kami akan berhenti di pasar Cilimus untuk naik angkot yang menuju ke Linggarjati. Kami memilih jalur pendakian melewati Linggarjati karena beberapa faktor. Pertama, Linggarjati merupakan jalur umum yang dilalui para pendaki untuk sampai ke puncak Ciremai. Kedua, alat transportasi umum mudah ditemukan. Ketiga, di Linggarjati terdapat tempat bersejarah bagi bangsa Indonesia karena disitu terdapat Gedung Naskah (yaitu tempat terjadinya Perjanjian Linggarjati antara Indonesia dengan Belanda).

Sesampainya di pos Taman Nasional Gunung Ciremai jalur pendakian Linggarjati kami mengisi perut kosong kami yang belum sarapan pagi. Sehabis sarapan pagi kami mengisi daftar tamu di pos jaga. Adapun sebagian anggota team mengisi jerigen air 5 liter untuk perbekalan air karena gunung Ciremai selain dikenal jalurnya yang Extreme dikenal juga sebagai gunung yang susah untuk mendapatkan air. Air hanya ada di pos 2 (Cibunar) yaitu tempat perkemahan yang sering dipakai oleh anak-anak pramuka atau anak-anak sekolah camping. Adapun pos yang akan dilalui adalah berjumlah 12 Pos, Linggarjati – Cibunar – Leweung Datar – Kondang Amis – Kuburan Kuda – Pangalap – Tanjakan Seruni -  Bapatere – Batu Lingga – Sangga Buana 1 – Sangga Buana II – Pengasinan – Puncak

Pukul 09.00 Wib Pendakian pun dimulai. Satu persatu pos kami lalui, Linggarjati – Cibunar – Leweung Datar, dengan semangat yang masih membara di tubuh setiap anggota team. Trek yang kami lalui menanjak terus tidak ada bonus ( datar ) dan sebagian dari anggota team pun istirahat sejenak untuk mengisi tenaga. Sesampainya di pos Kondang Amis waktu menunjukan 12.35 Wib. Kami beristirahat dan memasak makanan untuk makan siang. Sehabis makan siang kami melanjutkan pendakian menuju pos Pangalap. Tak terasa hari beranjak gelap dan ketua team memutuskan untuk bermalam di pos (selter kecil) antara pos Kuburan Kuda dan pos Pangalap dengan harapan besok pagi pendakian dilanjutkan menuju pos terakhir.

Malam terasa  dingin. Dinginnya sampai menusuk tulang. Wajar karena kami berada di ketinggian 1850 Mdpl. Pagi pun tiba. Seluruh team bangun dan bergegas melakukan tugasnya masing-masing karena pukul 07.00 Wib pendakian harus segera dilanjutkan demi mencapai pos Pengasinan tepat waktu. Team pun sarapan pagi dengan menu yang cukup untuk mengisi kembali tenaga. Sehabis sarapan kami bergegas packing dan setelah itu kami melakukan brifing kecil untuk mengevaluasi pendakian kemarin dan setelah brifing selesai kami melanjutkan pendakian

Satu persatu pos kami lalui di pendakian hari kedua ini. Medan dan trek yang kami hadapi semakin ekstreme dan curam. Tanjakan seruni pun terlewati dan tinggal 5 pos lagi yang akan kami tuju. Perlahan tapi pasti kami melangkahkan kaki menuju pos selanjutnya yaitu pos Bapatere. Pukul 12.34 Wib kami sampai di pos Bapatere. Karena tenaga di tubuh personel team masih cukup, ketua team memutuskan untuk tidak makan siang karena jika makan siang tubuh akan terisi dan tubuh akan semakin berat karena didepan kami ini trek terus menanjak. Atas dasar itu kami pun hanya memakan snack – snack saja. Setelah cukup kami pun melanjutkan pendakian sambil berharap tiba di pos pengasinan sebelum gelap. Tak terasa kami sampai di pos Batu Lingga. Di pos ini kami bertemu dengan 2 orang pendaki yang sama ingin menunju ke puncak. Mereka berasal dari Bekasi. Kami pun melanjutkan pendakian bersama dengan 2 orang tadi.

Pendakian bertambah berat karena oksigen mulai menipis. Nafas terengah-engah pun terdengar dari para personel team. Langkah demi langkah dapat dihitung. Setiap 30 langkah kami istirahat hanya untuk menarik nafas. Perlahan tapi pasti kami pun sampai di pos Sangga Buana 1. Dari pos ini sudah dapat terlihat posisi awan sudah ada dibawah kami. Pos ini berada di ketinggian 2500 Mdpl. Semangat dari personel team pun kembali tumbuh karena tinggal 2 pos lagi kami akan segera dekat dengan puncak.

Kami melanjutkan pendakian. Sesekali kami menghadap ke belakang untuk melihat pemandangan yang indah hanya sekedar memberi semangat kepada diri kami sendiri. Satu jam kemudian kami tiba di pos Sangga Buana II. Tanpa istirahat kami lalui pos tersebut dengan harapan kami dapat sampai di pos Pengasinan lebih awal dari prediksi manajemen perjalanan. Antar personel pun saling memberi semangat “ Hayo semangat. Puncak sudah dekat. Tinggal 1 pos lagi”. Teriakan itu yang terdengar dari tiap personel dan akhirnya kami tiba di pos Pengasinan pada pukul 16.27 Wib. Dengan menarik nafas panjang kami beristirahat di pos Pengasinan. Pos Pengasinan berada pada ketinggian 2800 Mdpl. Dari pos ini kami dapat melihat pemandangan yang cukup indah karena awan berada di bawah kami dan kami dapat melihat pemandangan kota Cirebon dan pemandangan pantai laut Jawa. Dari pos ini puncak Gunung Ciremai sudah tampak jelas terlihat.

Tak lama berselang kami pun bergegas mendirikan tenda dan memasak. Di pos ini kami akan bermalam semalam lagi dan melakukan pendakian ke puncak besok pagi dengan harapan mendapatkan pemandangan sunrise (matahari fajar). Sehabis makan personel merasa kedinginan karena personel belum melakukan aklimatisasi ( penyesuaian diri/ tubuh  pada ketinggian ). Tak banyak bicara satu persatu personel pun masuk ke dalam tenda dan beristirahat. Pukul 04.00 Wib ketua team membangunkan semua personel berharap dapat melanjutkan pendakian menuju puncak agar dapat melihat sunrise. Tapi apa boleh buat semua itu tidak terwujud karena tidak satupun personel yang bangun dari tidurnya karena malas, letih dan dingin yang menerpa tubuh. Ketua team pun mentolerir dan pada pukul 05.00 Wib ketua team membangunkan kembali. Akhirnya usaha ketua team yang kedua ini mendapatkan hasil. Semua personel pun bangun dan segera bergegas membuat sarapan pagi.

                Setelah sarapan pagi kami melakukan brifing kecil untuk teknis pendakian menuju puncak. setelah itu kami melanjutkan pendakian menuju puncak. Oya perkiraan kami waktu yang di butuhkan menuju puncak tidak lebih dari 1 jam. Trek masih sama seperti di pos Bapatere menanjak cukup extreme. Walaupun nafas terengah – engah karena kekurangan oksigen kami semangat sekali karena sebentar lagi kami akan tiba di puncak. “ Puncak sudah dekat kata ketua team, hayo semangat ” dan akhirnya kami pun sampai di puncak Gn. Ciremai di ketinggian 3078 Mdpl. Sujud syukur pun kami lakukan dan tak lupa mengagungkan kalimat “ Subhanallah”. Kami tak menyangka akhirnya kami sampai di puncak.

Pemandangan dari puncak lebih indah dibandingkan dengan pemandangan pada saat di pos – pos sebelumnya. Di puncak terdapat sebuah kawah yang cukup indah karena Gn. Ciremai merupakan salah satu gunung berapi yang sudah tidak aktif. Hanya kepulan asap putih yang muncul dari dalam kawah. Di puncak kami tidak lupa untuk foto – foto dan tak lupa juga kami mengibarkan Bendera Merah putih dan banner yang bertuliskan “ MEMPERINGATI HUT STTIKOM INSAN UNGGUL YANG KE 7 ”. Itu adalah tujuan utama kami memperingati HUT STTIKOM Insan Unggul yang ke 7 di puncak Gunung Ciremai. Kami tak membuang-buang waktu. Hanya sekitar 2 jam kami berada di puncak walaupun kami merasa tidak cukup dan ingin masih berlama-lama di puncak namun Alam berkata lain. Kabut tebal mulai turun. Kami khawatir terkena badai sehingga memutuskan untuk segera turun. Sesampainya di Pos Pengasinan kami pun langsung packing dan memutuskan untuk segera turun gunung hari itu juga. Perjalanan pulang sangatlah cepat karena tidak sampai 9 jam kami sudah sampai di pos 1 Linggarjati tidak sama seperti waktu yang dibutuhkan untuk mendaki. Kami tiba di pos linggarjati pukul 17.45 Wib. Kami bersyukur sudah sampai di pos 1 dan tidak kemalaman pada saat turun gunung….

                Di pos 1 kami membersihkan tubuh kami yang kotor, makan dan bersiap untuk pulang ke cilegon. Satu lagi yang yang belum terlaksanakan dalam perjalanan kami ini yaitu melakukan wisata sejarah ke Gedung Naskah Linggarjati karena Gedung Naskah Linggarjati sudah tutup jam 16.00 Wib. Namun tidak apa-apa. Suatu saat kami akan kembali lagi ke Linggarjati. Tak membuang-buang waktu kami pun siap untuk pulang menuju Cilegon. Kami berpamitan kepada petugas TNGC dan langsung menuju ke terminal Cirebon dengan harapan besok pagi kami sampai di Cilegon. Setibanya di terminal Cirebon pukul 10.35 dan kami menunggu bis di pinggir jalan dengan wajah yang lelah. Tak lama kami menunggu, bis pun datang dan kami langsung naik bis itu. Di bis kami tertidur karena cukup lelah. Perjalanan menuju cilegon memakan waktu kira-kira 8 jam dan benar setelah 8 jam kami akhirnya sampai di kota Cilegon tepatnya di Terminal Bayangan PCI. Kami langsung naik mobil angkot menuju kampus untuk membongkar semua perlengkapan di basecamp MAPALA SIU. Setelah beres kami pun pulang menuju rumah masing- masing.

 

 

“ MAPALA SIU : EKSPEDISI BELUM BERAKHIR ”

 

By : MAPALA SIU

Last Updated on Wednesday, 14 April 2010 13:50
 
Study Tour Bandung PDF Print E-mail
Written by Admin2   
Wednesday, 10 March 2010 19:15

Masih teringat jelas perjalanan kami dari STTIKOM Insan Unggul saat mengadakan Study Tour ke Bandung pada tanggal 3 maret 2010, dengan obyek tujuan Sariater, Gunung Tangkuban Perahu dan PT Telkom Indonesia dengan di bimbing oleh Ibu Suryati, Bapak Cepi dan Bapak Solihin. Di awali dengan pengarahan singkat oleh pembimbing kami Ibu Suryati, akhirnya kami pun berangkat tepat jam 00.10 walaupun dengan peserta yang tidak begitu banyak.

Dalam perjalanan tersebut peristiwa demi peristiwa sungguh sangat memberikan kebahagiaan yang tidak terkira. Suasana penuh keakraban tersebut membuat kami semakin merasa dekat satu sama lain. Dengan bersemangat kami mencatat semua informasi yang kami dapat dari setiap lokasi tujuan study tour tersebut karena itu semua merupakan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kami.

 Tiba di di Sariater Resort pukul 06.00, kami di ajak untuk menikmati keindahan alam yang sangat berharga dan bermanfaat yaitu mandi di pemandian air panas yang langsung dari lereng gunung Tangkuban parahu. Konon kabarnya pemandian air panas ini bermanfaat untuk refleksi tubuh dan di beberapa tempat tertentu dimanfaatkan untuk penyembuhan penyakit kulit. Benar saja, saat kami menikmati aliran air terjun di Curug Jodo, rasanya segala kepenatan selama perjalanan berangsur sirna dan berganti menjadi energi baru untuk menjalani aktivitas berikutnya.

Selanjutnya rombongan berangkat ke Gunung Tangkuban Parahu, di sana kami dapat melihat jelas Gunung tersebut yang menjadi legenda tanah Sunda beserta kawahnya yang eksotik. Beberapa diantara kami memanfaatkan waktu tersebut untuk berburu souvenir cantik untuk sanak family.

 Dari Tangkuban Parahu kami melanjutkan perjalanan ke gedung PUSDAI, dekat dengan PT. Telkom. Disini kami lakukan ISHOMA sambil mempersiapkan diri untuk kunjungan industri yaitu ke PT. Telekomunikasi Indonesia. Kemudian rombongan pun melanjutkan perjalanannya ke PT Telkom Indonesia, di sana kami pun mendapatkan pelajaran yang sangat bermanfaat walaupun dengan waktu yang begitu singkat. Kami disambut oleh Bapak Muhammad, AVP. Internal Relation, beserta jajarannya. Dalam sambutannya Bapak Muhammad memaparkan tentang transformasi internal di PT. Telkom yang di-trigger oleh perubahan. Beliau juga mengungkapkan keprihatinan beliau atas kepemilikan perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang lambat laun makin berkurang merah-putihnya alias dimiliki oleh pihak asing. Sekaligus beliau juga berharap agar generasi muda mampu bersaing dengan tenaga kerja global.

Setelah sambutan Bapak Muhammad, kami mendapatkan paparan tentang “penerapan Teknologi Informasi di PT. Telkom” oleh Bapak Taufik Hidayat, Operation Senior Manager dari unit ISDC Regional II Jakarta. Wah… sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kami karena Bapak Taufik datang jauh-jauh dari Jakarta untuk sharing ilmunya kepada kami (terima kasih pak).  Dalam paparannya Bapak Taufik mengingatkan tentang dunia yang semakin borderless, tanpa batasan. Era free trade market sudah dimulai. Arus tenaga kerja asing makin meluas. Tenaga kerja Indonesia harus siap berkompetisi dan siap bekerja dimanapun, “apalagi cuma dari Cilegon ke Bandung” begitu sindiran beliau yang membuat kami tersenyum. Beliau juga memotivasi kami untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship karena jiwa tersebut sebenarnya ada pada setiap orang tinggal bagaimana mengembangkannya. Beliau mencontohkan beberapa mahasiswa yang kerja praktek di PT. Telkom yang kemudian membuat usaha mandiri dan menjadi mitra PT. Telkom. Semua paparan dari Bapak Taufik merupakan ilmu yang sangat berharga bagi kami. Setelah sesi tanya-jawab, acara dilanjutkan dengan pertukaran souvenir dari PT Telkom dan STTIKOM Insan Unggul.  PT. Telkom juga membagikan souvenir kepada mahasiswa yang bertanya dan menyampaikan masukannya untuk PT. Telkom. Sungguh ending yang sangat mengesankan.

Tujuan demi tujuan  kami lewati. Setelah dari PT telkom Indonesia akhirnya dengan sangat terpaksa rombongan berangkat pulang kembali ke Cilegon.

Kenangan Study Tour tersebut hingga saat ini masih teringat dalam benak saya dan dengan penuh pengharapan saya berharap dapat bernostalgia kembali dengan teman-teman seperjuangan saya pada waktu itu.

Perjalanan yang singkat ini sangat bermanfaat walaupun dengan peserta yang tidak banyak tetapi perjalanan ini berjalan dengan baik dan lancar. Semoga di acara study tour berikutnya lebih menarik dari yang sekarang dan berjalan dengan baik pula.

 

(by: Rieka)
Last Updated on Wednesday, 14 April 2010 13:49
 
Insan Unggul Futsal Competition 2010 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 02 February 2010 09:08
CILEGON – Tim futsal SMAN 1 Cilegon menjadi juara pertama Turnamen Futsal STTIKOM Insan Unggul (IU) 2010. Pada babak final, SMAN 1 Cilegon berhasil mengalahkan tim futsal SMKN 1 Cilegon 3-2, di GOR Galaxy Cilegon, Jumat (22/1). SMAN 1 Cilegon berhak mendapat hadiah piala tetap dan uang pembinaan dari panitia sebesar Rp 800.000,- dan 1.500.000 dalam bentuk beasiswa pendidikan.
Gol kemenangan SMAN 1 Cilegon dicetak Bryan dan dua gol oleh Nanda. Sedangkan gol balasan SMKN 1 Cilegon dihasilkan Bustomi dan Agus. Juara ketiga turnamen diraih SMAN 1 Kramatwatu, Kabupaten Serang. Dalam pertandingan perebutan tempat ketiga, SMAN 1 Kramatwatu mengalahkan SMAN 3 Cilegon 5-0. Manager SMAN 1 Cilegon Budi mengaku gembira dengan kemenangan ini. Budi mengakui lawan yang dihadapi timnya salah satu tim terbaik di Cilegon. Dalam babak final, ia menerapkan strategi disiplin agar gawangnya tidak kebobolan. “Persiapan tim untuk turnamen ini sangat singkat. Namun saya yakin juara karena pemain yang kami terjunkan sebagian besar sudah teruji karena sering berlaga di berbagai turnamen futsal pelajar,” kata Budi.   
Sementara pelatih SMKN 1 Cilegon, Firman mengaku telah berupaya maksimal untuk membendung pergerakkan pemain SMAN 1 Cilegon. Kendati kalah pihaknya tetap bangga terhadap anak asuhnya yang tampil pantang menyerah. “Ini adalah kekalahan kedua kami  dari SMAN 1 Cilegon setelah kompetisi di Radar Banten Cup beberapa waktu lalu. Kami akan berbenah agar tim menjadi solid,” ujar Firman. Masih di GOR Galaxy, Ketua STTIKOM IU Cilegon Bpk. Wahyudin mengatakan, turnamen ini diikuti oleh 32 tim pelajar se-Banten minus Tangerang. Rencananya kompetisi ini menjadi agenda rutin setiap 3 bulan sekali. Dengan adanya turnamen ini diharap bisa memupuk persaudaraan di antara pelajar. Selain itu, melalui ajang ini bisa ditemukan bibit pemain futsal yang bisa mengharumkan nama Banten,” kata Bpk. Wahyudin.
Last Updated on Wednesday, 14 April 2010 13:34
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2